
Mungkin bukan satu kali atau dua kali Anda melihat beberapa orang pengguna kendaraan mobil yang mengisi tangki radioator mobil dengan air biasa seperti halnya air mineral. Bahkan ada juga loh beberapa orang yang sempat-sempatnya bepergian dengan membawa bekal botol air putih dari air sumur / pam sebagai cadangan jika sewaktu-waktu mobil mengalami overheat di tengah jalan. Seolah-olah, hal seperti ini menjadi sesuatu kewajaran atau kenormalan bagi banyak orang. Namun ketika Anda pada seorang mekanik, Anda tentu akan kaget dengan penjelasan yang mencengangkan dengan efek dari air biasa ini. Apabila Anda pernah melakukan kebiasaan ini, maka sebaiknya jangan diulang lagi ya sob. Apalagi kalau kita tahu bahwa cairan radioator itu murah sekali kok sob. Enggak mahal aslinya. Dan bahkan jauh lebih murah dibandingkan Anda membeli cairan oli mesin. Jadi, sebaiknya jangan terlalu pelit untuk membeli cairan coolant ini.
Pertanyaan kami kepada Anda, bolehkah kita menggantinya cairan radiator dengan air biasa ?
Maka jawabannya sangatlah tidak direkomendasikan. Kenapa bisa ? Yuk mari kita simak jawabannya dengan hanya mencontohkan 2 hal saja dibawah ini.
1. Cairan Radioator Memiliki Titik Didih Tinggi
Satu fakta pertama yang harus Anda ketahui mengenai cairan radioator adalah dimana dia memiliki nilai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan air biasa. Jika kita melihat air biasa sudah mendidih di suhu 100 derajat celsius maka untuk coolant ini baru bisa mendidih di suhu 110 bahkan ada yang sampai 140 juga. Kalau Anda pakai air biasa, maka sudah otomatis mesin gampang kena overheat loh sobat. Beda dong kalau pake cairan khusus ini, lebih tahan dengan suhu rata-rata mesin. Jadi untuk itulah sangat gak baik menggantikan dengan sesuatu yang tidak tepat. Masih mau ngeyel, coba aja deh rebus air dan rebus cairan radiator dengan suhu yang sama. Kira-kira mana dulu nih yang bakalan mendidih duluan ? Kamu bakal melihat fakta lapangan secara khusus. Untuk kamu yang mau beli cairan pendingin mesin ini, baiknya pilih yang bermerk dan berkualitas ya sob. Jangan asal pilih yang murahan.
2. Air Biasa Dapat Akibatkan Korosi
Pernah buka tutup radioator dan Anda menemukan beberapa titik part sekitar tutup yang mengalami karatan. Wah, bahaya banget nih kalau sampai merembet ke beberapa bagian bahkan sampai merembet kemana-mana. Kerugian besar yang akan Anda alami akibat pemakaian air biasa sebagai pengganti ini justru bikin Anda telan kerugian besar akibat efek korosi / karatan yang mengenai beberapa part pada radiator bahkan bisa sampai ke mesin loh.
Jika mengambil 2 penjelasan saja di atas, maka sudah jelas kalau air biasa tidak bisa menggantikan dengan baik fungsi utama dari cairan radiator.
Untuk tips perawatan mobil lainnya kayaknya perawatan penampilan juga penting loh sih. Fungsinya untuk apa sih ? Salah satunya yaitu bisa menaikkan nilai jual dari sebuah kendaraan.

Untuk kamu yang pengen kendaraannya tampil glowing, sini main aja ke Modiu Auto Detailing Jogja ya kak. Nanti kita poles sampai jadi kinclong luar dalam.