Salah satu hal yang paling ditakutkan oleh para pemilik kendaraan bermotor adalah masalah banjir dan juga air laut. Kedua hal ini sangat dipermasalahkan karena memberikan dampak buruk terhadap kerusakan kendaraan. Dari keduanya ini, banjir menjadi sorotan paling banyak dicermati kebanyakan orang. Mengapa banjir semenakutkan itu ? Padahal anak-anak kecil pada keasikan bermain air loh hehehehe…
Rupanya banjir menyumbangkan beberapa kompleksitas kerusakan pada kendaraan. Contoh saja pada sebuah mobil, bisa memberikan dampak pada 3 atau lebih sasaran kerusakan. Yang pertama adalah bagian kolong-kolong mobil dan logam. Dimana ketika terkena banjir, kolong akan menjadi sensitif terhadap karatan dan bisa berdampak pengeroposan. Yang kedua adalah masalah kelistrikan. Hampir sebagian besar yang sudah pernah terendam banjir akan mengalami beberapa trouble kelistrikan. Bisa dari aki yang error, starter bermasalah, audio tidak nyala, electric mirror macet dan lain sebagainya. Perbaikan kelistrikan dampak banjir juga sangatlah lumayan.
Untuk masalah yang ketiga adalah masalah kerusakan mesin. Air banjir bisa saja masuk ke ruang mesin yang mengakibatkan oli akan bercampur dengan lumpur. Apa yang harus dilakukan ketika oli bercampur lumpur ? Paling tidak harus dilakukan tindakan turun mesin. Dan ini tak main-main ya sob untuk biayanya.
Belum lagi masalah pembersihan kabin yang bau apek dan tercampur lumpur ini juga membutuhkan biaya yang tak sedikit. Terkadang aroma bau bekas banjir walaupun sudah dibersihkan tetap saja tidak mudah hilang. Dari keseluruhan ini, kerugian pemilik kendaraan tentunya sangat besar. Selain biaya perbaikan yang tinggi juga harga jual kendaraan menjadi anjlok.
Lalu bagaimana untuk solusi untuk mereka yang tinggal di daerah rawan banjir seperti Demak, Semarang dan lain sebagainya di Indonesia ini ?
Untuk solusi yang pertama adalah memahami terlebih dahulu karakter banjir di daerah tempat tinggal Anda. Sebagai contoh saja, Anda tinggal di kota A di Kecamatan B. Di daerah tersebut rata-rata kalau pas debit hujan tinggi umumnya genangan air sedalam apa sih ?? Mungkin Anda akan menghafal kedalaman genangan rumah tinggal rata-rata di 30cm. Kemudian ingat juga pengalaman genangan paling tinggi sampai berapa. Misalkan 50cm maka catat dan jadikan tindakan dengan tips yang bakalan Mimin bagikan.
Setelah mengetahui tinggi rata-rata genangan dan tinggi genangan paling dalam, maka Anda akan masuk ke step pencegahan terhadap resiko kendaraan Anda. Apa yang harus dilakukan ? Yaitu membuat skala prioritas rekonstruksi pada bagian garasi rumah Anda.
Ubah lantai garasi Anda jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Anda bisa membongkar keramik lama atau bisa langsung menimbunnya dengan material baru untuk membangun lantai garasi jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Jika ketinggian lantai garasi Anda masih setara dengan jalan raya, maka gantilah ketinggiannya 50cm lebih tinggi dari jalan raya depan rumah / jalan rumah.
Dengan membuat konstruksi ulang lantai garasi Anda, maka pencegahan air bisa menjangkau mobil akan menjadi lebih mudah. Biayanya mungkin jauh lebih murah dibandingkan biaya perbaikan kendaraan yang rusak. Apalagi garasi ini tak hanya untuk meletakkan 1 mobil saja. Bisa 2 mobil dan beberapa kendaraan motor roda 2 lainnya.

Untuk tips yang kedua adalah perlindungan logam dengan pelapisan anti karat. Bawa saja mobil Anda ke Modiu Auto Detailing Jogja. Ini adalah salah satu bentuk perlindungan penting agar logam tidak mudah berkarat. Biayanya cukup terjangkau ya kak.
Datang aja ke workshop Modiu Auto Detailing Jogja. Atau bisa tanya-tanya dulu via wa ya kak.