
Salah satu tantangan berkendara yang mungkin lebih sulit bagi banyak orang dibandingkan melewati jalur zig zag atau bahkan jalur gang-gang sempit adalah permasalahan ketika menemukan tanjakan ekstrim. Mungkin banyak orang yang pesimis dengan kemampuan menanjak kendaraan karena jarangnya jalur tersebut dilalui. Apalagi problem Nanjak ini sangat krusial terhadap faktor keamanan. Jika sampai gagal Nanjak, yang repot adalah resiko kecelakaan atau resiko lainnya.
Untuk mengurai permasalahan tanjakan, yuk mari kita cari tahu lebih dalam faktor apa saja yang bikin kendaraan tidak kuat Nanjak ya sob. Barangkali kamu bisa mempelajari dari penjelasan Mimin kali ini.
1. Kampas Kopling Habis
Salah satu faktor pertama yang menyebabkan mobil tidak kuat melaju ke tanjakan adalah kondisi kampas kopling yang sudah aus atau habis. Akibatnya mobil hanya meraung-raung saja tapi energi dari mesin tidak bisa tersalurkan maksimal sampai ke roda. Untuk itu, selalu memastikan bahwa Anda membawa mobil dengan kondisi kampas kopling masih bagus ya sob. Biaya penggantian kampas kopling umumnya bisa merogoh kocek 1 hingga 3 JT an. Tergantung dari harga sparepart tiap merek bisa berbeda-beda.
2. Kondisi Busi Yang Jelek
Kondisi busi yang sudah jelek dan terlalu berumur juga bisa jadi biang dari tidak kuatnya mobil di tanjakan. Busi yang sudah lemah bikin nafas kendaraan jadi ngemposs sehingga seperti tidak ada daya untuk naik ke atas. Sebaiknya selalu periksa kondisi busi berkala dan hanya memakai busi yang bermerek serta berkualitas untuk memastikan selalu aman untuk medan perbukitan.
3. Bobot Penumpang / Jumlah Penumpang
Untuk faktor yang ketiga yang bisa membuat mobil menjadi lebih ngoyo saat menapaki jalan tanjakan seperti di Dieng, Wonosari, Puncak dan sejenisnya adalah faktor masalah bobot penumpang. Ya iyalah jelas gak kuat kalau diisi penumpang sampai full dan berdesak-desakan. Beban yang ditanggung juga menjadi PR tersendiri yang dimana harus ada beberapa penumpang yang keluar mobil terlebih dahulu untuk mengurangi tingkat beban.
4. Penggunaan Gigi
Untuk faktor keempatnya terletak pada penggunaan Gigi. Memang tiap kendaraan punya karakteristik masing-masing. Ada yang gigi 3 saja masih oke, ada yang 2 sudah ngeden. Dan bahkan ada pula yang harus dipaksa langsung ke gigi 1 untuk memasang kekuatannya terpenuhi. Jadi jangan pernah menyamaratakan kendaraan satu dengan yang lainnya ya sob.
5. Skill Pengemudi
Untuk yang kelima ternyata berasal dari faktor eksternal yaitu pengemudi itu sendiri. Biasanya pengemudi yang mahir dan berpengalaman tahu betul bagaimana mengolah operan gigi dan memaksimalkan kinerja kopling agar tetap melaju dengan kuat di berbagai kondisi jalanan naik turun.

Sedikit ngiklan nih sob ! Buat kamu yang pengen mobilnya keren bisa pake jasa Modiu Auto Detailing Jogja yuk kak.