Dibalik viralnya motor listrik yang banyak menarik minat pengguna di Indonesia, rupanya tersimpan sisi kekurangan yang kadang bikin user-user lagi pikir-pikir untuk membelinya. Memang sih pembeliannya ada banyak promo subsidi, tapi sisi kekurangannya bisa kamu pertimbangkan dulu agar kamu gak salah dalam membeli kendaraan harian kamu.
Ini Kelemahan Motor Listrik yang Banyak Dikeluhkan Sama Usernya!
Motor listrik makin hari makin populer di Indonesia. Selain ramah lingkungan, motor jenis ini juga diklaim hemat biaya operasional dan bebas polusi suara. Tapi, walau punya banyak kelebihan, tetap saja ada beberapa kelemahan motor listrik yang sering dikeluhkan oleh para penggunanya.
Biar kamu nggak cuma tergiur tren dan promo, yuk simak apa saja kekurangan motor listrik berdasarkan keluhan user di lapangan!
1. Jarak Tempuh Terbatas
Salah satu keluhan paling umum adalah soal jarak tempuh (range) yang terbatas.
Motor listrik rata-rata hanya bisa menempuh sekitar 40–100 km dalam sekali cas, tergantung kapasitas baterainya. Buat pengguna harian dalam kota mungkin cukup, tapi buat yang sering bepergian jauh atau antar kota, ini jelas jadi kendala.
Beberapa pengguna juga mengeluhkan bahwa klaim jarak dari pabrik kadang tidak sesuai kenyataan di lapangan, apalagi kalau motor dipakai boncengan atau lewat jalan menanjak.
Kalau kamu di Jogja, akan lebih ideal dipake untuk seputaran Jogja saja. Dipake luar kota takut was-was abis di jalan dan ngecassnya gimana…. hehehehe
2. Lama Waktu Pengisian Baterai
Berbeda dengan motor bensin yang tinggal isi di SPBU dan jalan lagi, motor listrik butuh waktu berjam-jam untuk isi daya.
Rata-rata pengisian dari nol hingga penuh memakan waktu 3–6 jam, tergantung jenis charger dan kapasitas baterai. Hal ini jelas menyulitkan jika kamu butuh motor untuk mobilitas cepat dan sering.
3. Ketersediaan Charging Station Terbatas
Walaupun pemerintah sedang membangun infrastruktur charging, kenyataannya SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) masih sangat terbatas, terutama di luar kota besar.
Banyak pengguna motor listrik merasa “was-was” saat bepergian jauh karena takut kehabisan daya di tengah jalan tanpa ada tempat isi ulang.
4. Performa di Jalan Menanjak atau Beban Berat Kurang Optimal
Motor listrik memang responsif di kecepatan rendah dan jalan datar, tapi banyak yang mengeluhkan performanya saat di tanjakan atau membawa beban berat.
Beberapa motor terasa “berat” dan kurang tenaga, apalagi jika menggunakan motor hub kecil tanpa fitur tambahan seperti gigi atau torsi tinggi.
5. Harga Baterai Mahal
Meskipun biaya operasionalnya murah, harga penggantian baterai cukup tinggi.
Beberapa model memiliki baterai yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah, dan masa pakai baterai rata-rata 3–5 tahun. Ini jadi pertimbangan serius bagi user jangka panjang.
Kesimpulan
Motor listrik memang menawarkan banyak keuntungan, tapi penting juga untuk memahami kelemahan-kelemahan yang sering dikeluhkan penggunanya.
Mulai dari jarak tempuh terbatas, lama isi daya, performa tanjakan, hingga ketersediaan infrastruktur, semua ini perlu jadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan beralih ke motor listrik.
Kalau kamu siap dengan kekurangannya, motor listrik tetap bisa jadi pilihan menarik untuk gaya hidup modern dan ramah lingkungan.