Enaknya pake ban tubeless adalah ketika dia tertancap paku, jarum atau benda tajam lainnya tidak langsung bocor. Hal ini tentunya membuat kita bisa melaju sambil cari tempat tambal terdekat. Bahkan jeda ban terkena paku hingga kempes bisa sampai 1 harian, hal ini membuat kita lebih aman ketika terkena paku di tengah hutan.
Tapi sobat wajib tahu jika jumlah tambal pada 1 ban gak boleh sampai kebanyakan, ada batas maksimal yang wajib teman-teman pahami.
Berapa Banyak Jumlah Titik Tambalan Maksimal pada 1 Buah Ban Tubeless?
Ban tubeless memang terkenal praktis dan tahan bocor. Bahkan saat terkena paku, ban jenis ini tidak langsung kempis karena udara masih tertahan oleh struktur karetnya yang rapat. Namun, banyak pemilik kendaraan sering bertanya-tanya: berapa kali sih ban tubeless boleh ditambal sebelum harus diganti? Apakah aman kalau tambalannya sudah lebih dari satu? Mari kita bahas secara lengkap!
1. Prinsip Kerja Ban Tubeless
Ban tubeless berbeda dari ban biasa (tube type) karena tidak memiliki ban dalam. Udara langsung disimpan di antara lapisan ban dan pelek. Saat terjadi kebocoran kecil, seperti tertusuk paku, biasanya cukup ditambal dari luar menggunakan metode plug atau dari dalam dengan metode patch.
Namun, meski mudah diperbaiki, setiap tambalan tetap mengubah struktur dan kekuatan ban. Maka dari itu, jumlah tambalan yang aman tidak bisa sembarangan.
2. Jumlah Titik Tambalan yang Masih Aman
Secara umum, ban tubeless hanya aman ditambal sebanyak 2 hingga 3 titik saja. Itupun dengan syarat:
- Letak tambalan berjauhan, tidak saling berdekatan atau sejajar di satu area.
- Tambalan tidak berada di sisi dinding ban (sidewall) karena bagian ini sangat fleksibel dan sering menanggung beban berat serta tekanan saat menikung.
- Kondisi ban masih tebal dan tidak retak.
Jika tambalan sudah lebih dari tiga titik, apalagi saling berdekatan, maka kekuatan struktur ban berkurang drastis. Ban bisa lebih mudah sobek atau meletus saat dipakai kecepatan tinggi atau dalam kondisi panas.
3. Jenis Tambalan yang Direkomendasikan
Ada dua metode utama menambal ban tubeless:
- Tambal luar (plug): cepat dan praktis, tapi sifatnya sementara. Cocok untuk darurat.
- Tambal dalam (patch): lebih kuat dan tahan lama karena memperbaiki dari sisi dalam ban.
Untuk keamanan jangka panjang, tambal dalam jauh lebih direkomendasikan, terutama jika kendaraan sering menempuh perjalanan jauh atau berkecepatan tinggi.
4. Kapan Sebaiknya Ban Diganti?
Jika ban sudah memiliki lebih dari 3 titik tambalan atau tambalannya berada di sisi dinding, sebaiknya segera ganti ban baru. Apalagi jika tapaknya sudah menipis atau terlihat benang kawat di dalamnya. Jangan menunggu bocor lagi — keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar menghemat biaya.
Kesimpulan
Ban tubeless memang tahan lama, tapi bukan berarti bisa ditambal berkali-kali tanpa batas. Jumlah maksimal tambalan yang disarankan hanyalah 2–3 titik pada area tengah telapak ban. Lebih dari itu, risiko pecah ban meningkat tajam. Jadi, rawat banmu dengan baik, rutin cek tekanan, dan segera ganti bila tambalannya sudah terlalu banyak. Ingat, keselamatan di jalan dimulai dari kondisi ban yang prima!