
Kalau kamu cuman menggunakan kendaraan mobil kami untuk kebutuhan bolak-balik di dalam kota saja, kemungkinan besar kamu hanya akan berada dengan jalanan yang rata serta bebas dari tanjakan. Beda kalau kamu keseringan bepergian keluar kota, ke dataran tinggi ataupun ke daerah pegunungan. Kayak kalau misalnya kita ke Jogja ini seperti ke daerah Tumpeng Menoreh, ke Wonosari, ke Kaliurang dan sebagainya adalah beberapa contoh jalanan yang agak nanjak-nanjak. Atau kalau yang agak terkenal lumayan di Jawa Tengah seperti misalnya di Dieng. Ketika kalian membawa mobil sampai ke spot-spot tersebut, Anda akan menjadi paham apakah kendaraan bisa nanjak dengan baik atau tidak.
Berikut ini tim Modiu akan membahas beberapa penyebab mobil tidak kuat nanjak di tanjakan.
1. Kampas Kopling Aus
Kalau kita pelajari tentang fungsi kampas kopling adalah penghubung antara transmisi dengan mesin. Jadi misalkan kopling ini bekerja dengan maksimal maka energi yang tersalurkan dari mesin ke transmisi juga maksimal. Semakin tebal kampas kopling maka semakin bagus energi yang tersalurkan. Sebaliknya kalau kondisi kampas habis, maka energi yang tersalurkan menjadi tidak maksimal. Ibarat suara mesin mobil sudah meraung-raung tapi tetep saja larinya pelan atau gak mau nanjak dengan baik. Penyebab kampas kopling ini habis disebabkan oleh faktor usia dan juga faktor kebiasaan penggunanya. Kalau penggunanya boros dalam memakai kopling, maka kampas akan cepat habis / aus.
2. Busi Lemah
Faktor kedua adalah busi yang lemah. Semakin tua usia busi maka kelamaan busi akan melemah. Kemampuan memercikkan aliran listrik yang dibawakan menjadi kurang maksimal sehingga pembakaran yang terjadi tidak bagus. Alhasil tenaga yang dihasilkan terkadang ngempos ketika dipakai nanjak. Pada kondisi tertentu, bisa menghasilkan bunyi mobil yang ngelitik. Kapan-kapan agendakan saja deh untuk gurah mesin, barangkali kondisi busi mobilmu udah gak sebagus dulu.
3. Mobil Jenis FWD
Untuk faktor ketiga adalah karena tipe mobil adalah jenis FWd atau front wheel driver. Apa itu ? Yaitu mobil dengan penggerak utama roda depan. Biasanya roda penggerak depan gini lebih lemah dibandingkan roda penggerak belakang. Namun masalah ini terkadang teratasi jika skill drivernya bagus.
4. Ban Yang Halus
Faktor keempat yang terkadang juga memiliki kontribusi terhadap ketidakmampuan mobil menanjak adalah kondisi ban yang sangat halus. Hal ini mengakibatkan data cengkeram ban terhadap aspal / jalan kurang maksimal. Ketika nanjak dengan jalanan agak licin, ban hanya akan memutar namun tidak lekas naik ke atas karena saya cengkeram yang buruk. Kalau dalam bahasa Jawa, orang sering menyebut dengan istilah “ban cuman ngesot2 aja”. Atau selip deh kalau kita bahasakan.
5. CC Mobil terlalu kecil
Untuk faktor kalima dan bisa jadi penyebab kalau kendaraan tidak mampu menanjak dengan baik adalah terkait faktor CC kendaraan. Jangan bandingkan deh antara mobil 900Cc dengan yang 2000cc udah pasti beda banget kekuatannya di saat nanjak. Tenaga yang dihasilkan jelas lebih besar dan pastinya lebih boros bensin.
6. Muatan Terlalu Berat
Nah yang keenam nih gak kalah sering terjadi. Penyebab paling gampang Anda temui adalah adalah kelebihan muatan. Ketika Anda naik dengan mobil yang berisi 2 penumpang dengan full penumpang 7 orang udah pasti mobil jadi terasa keok banget. Apalagi kalau ternyata penumpang 7 orang tersebut gemuk-gemuk semua hehehe. Maka dari itu, kalian mending sering-sering menjauh dengan truk yang sering bawa muatan terlalu banyak.
Nah, kira-kira itu ya sob pembahasan teknis untuk Minggu ini.
Jangan lupa follow Instagram kami @modiu_autodetailing dan dapatkan kabar update terkait konten perawatan yang bermanfaat untuk kendaraan kesayangan Anda.