Pentingnya Mengenakan Seat Belt Saat Berkendara

Dalam berkendara, safety itu penting gak sih ?

Wah kayaknya jadi obrolan yang sangat seru nih di perjumpaan awal Februari ini. Oke deh sob, kita bakalan bahas ini se-objektif mungkin dan ini bukan berasal dari sudut pandang kami saja. Tapi juga sudah berdasar banyak data penunjang lainnya. Kalau ditanya soal safety, semua orang pasti sepakat bahwa itu adalah prioritas pertama dalam dunia transportasi. Bedanya, praktik keselamatan untuk kendaraan roda 2 dan juga roda 4 ini beda ya sob. Apa sih bedanya ?

Kalau di kendaraan roda dua, maka prioritas pokoknya adalah wajib mengenakan helm atau penutup kepala. Itupun sangat dianjurkan untuk mengenakan helm yang sudah sesuai standar nasional atau SNI. Kenapa harus SNI ? karena sudah teruji kualitasnya terhadap segi benturan sehingga memberikan keamanan yang baik untuk proteksi kepala. Uji atas helm SNI dengan Non SNI ketika dibanting pasti akan berbeda. Itulah simulasi jika pengendara mengalami kondisi terjatuh dari motor.

Apakah pengendara roda empat juga pakai helm ? Nah ini nih letak perbedaannya. Jelas tidak ! Karena desain keamanan dalam kendaraan roda empat terletak pada seat belt-nya yah. Apa itu seat belt ? Yaitu sabuk pengaman seperti foto yang Mimin lampirkan di atas itu. Emang sih, memakai seat belt itu kalau tidak terbiasa akan terasa sangat mengganggu gerak badan. Namun kalau kalian terbiasa akan jadi nyaman aja kok. Percaya deh ! Sumprit hehehehe…

Seat belt sendiri tak hanya tersedia pada mobil saja, tapi juga ada pada kendaraan truk, bus, elf dan lain sebagainya. Tentu akan jadi pemandangan aneh ketika Anda melihat seorang pengendara mobil yang mengenakan helm di tempat umum. Kalaupun ada, itu ada di lintasan balap karena sebagai keamanan ganda karena mereka mengendalikan dengan kecepatan tinggi.

Cara kerja seat belt sendiri sangatlah unik. Ketika terjadi hentakan maju dari seorang penumpang, maka dia akan mengencang sendiri sehingga menahan penumpang dari resiko terlempar atau bahkan terbentur ke bagian depan. Contoh sederhana saja, jika mobil mengalami pengereman mendadak di kecepatan tinggi. Bagi mereka yang tak pakai seat belt maka akan terbentur dashboard mobil dengan sangat keras. Namun jika mereka mengenakan sabuk pengaman, maka akan tertahan agar badan tidak terlempar ataupun terdorong dengan spontan kedepan.

Jadi ! Kamu jangan sekali-kali menganggap kalau sabuk pengaman ini hanya untuk aksesoris aja biar keliatan cakep ya sob. Kamu juga jangan anggap ini formalitas agar terhindar dari resiko tilang dari pihak polantas. Memang sebaiknya kita sendiri yang sadar bahwa kita sebenarnya butuh untuk terlindungi.

Sedikit iklan, kalau kamu pengen motor dan mobilmu jadi mulus kembali dan kinclong. Sini bawa aja ke Modiu Auto Detailing Jogja. Dijamin sehabis di treatment ini, kamu bakal pangling kayak lihat penampakan mobil like new. Biayanya murah kok dan kalian bisa tanya-tanya dulu melalui nomor WhatsApp yang tercantum di website ini.

Terima kasih

Bepergian Safety di Februari & Maret Ini !

Halo sobat Modiu ! Atau bisa juga kami panggil sebagai sobat otomotif. Kayaknya kamu mungkin harus pandai-pandai mengatur diri agar tidak sembarangan keluar rumah walaupun kamu merasa kamu butuh agenda bepergian. Sebaaiknya cek dulu seberapa urgent sih acara keluar kamu apalagi dengan kondisi di bulan Februari dan Maret ini yang lagi jelek-jeleknya cuaca. Di beberapa tempat di Indonesia ini khusunya di Jawa cukup banyak beberapa kendala perubahan cuaca yang sangat ekstrem. Curah hujan yang sangat tinggi di berbagai tempat sangat berisiko terhadap keamanan kendaraan. Apalagi, beberapa update informasi dari BMKG terkait siklon anggrek yang dirilis juga menjelaskan kepada kita akan bahaya badai yang bisa juga tak hanya membahayakan kendaraan. Tapi juga bisa membahayakan untuk diri sendiri.

Masih ingat kan akan kejadian beberapa pohon tumbang atau baliho yang menimpa pengendara. Tentu kejadian ini memang sudah jadi takdir. Namun disisi lain kita sebagai manusia patut mencegah ya sob. Sobat otomotif juga perlu waspada akan beberapa resiko accident seperti ini yang berhubungan dengan faktor eksternal.

Salah satu hal yang cukup mencengangkan dan juga viral di Minggu-Minggu ini adalah terkait kabar adanya banjir besar yang merendam beberapa daerah di Grobogan, Demak hingga sampai Kudus. Wah, kalian yang kemarin kebelet jalan-jalan kesana tanpa mengecek curah hujan pasti beresiko banget. Apa sih resiko untuk kendaraan ? Walaupun mungkin tidak begitu memberikan dampak ekstrem bagi korban jiwa, namun besarnya kerugian justru terdapat pada harta benda loh sob. Seperti misalnya saja, mobil ataupun motor yang terendam banjir ini akan mengalami malfungsi. Beberapa bagian kelistrikan akan mengalami konsleting. Beberapa part logam dan mesin bisa terairi air keruh yang akibatkan turun mesin dan karatan. Pengangkatan jok dan bagian interior untuk cleaning up bakalan menghabiskan biaya hingga puluhan juta.

Hal seperti ini tentu kamu gak ingin merasakan kan ? Maka dari itu, selalu pandai-pandai dalam bepergian untuk cek update kabar dari BMKG. Gak cuman cek curah hujan aja sob ! Cek juga kemungkinan tsunami, badai, atau bencana apapun di area tertentu. Kalau sudah ada kabar rilis, maka baiknya hindari zona-zona yang masuk di red list yang diinformasikan BMKG. Kayak misalnya, baiknya teman-teman hindari dulu rute ke Demak, Kudus dan juga Grobogan yak.

Selain biaya perbaikan yang kita nilai lumayan mahal, kalian juga bakal merasa dirugikan dengan nilai harga jual kendaraan. Kendaraan eks banjir selalu masuk di nominasi diskualifikasi oleh beberapa showroom mobil bekas. Alhasil, kalian bakalan kesulitan menjual kembali kendaraan jika suatu saat ini menjualnya kembali.

Tapi kan cuman lewat aja kan gpp sob ?

Ya gak gitu juga sih konsepnya. Kalau ternyata kamu pas lewat dan kendaraanmu sempat terendam beberapa jam juga sama aja buruknya ya sob. Intinya, sobat otomotif harus smart dalam perencanaan bepergian yak.

Ngomong-ngomong kita ada iklan sedikit nih. Khusus kamu yang pengen perawatan kendaraan seperti poles, full detailing, salon mobil simple & premium, coating dan sebagainya bisa merapat ke Modiu Auto Detailing Jogja yuk. Gak jauh dari Jombor dan TVRI yak.

Kita ada di jalan Magelang No. 91 Jogja atau di samping hotel Uniq Jogja.

Bepergian Dengan Rute Pegunungan ? Ikuti Tips Kami !

Seringnya cuman jalan-jalan di rute perkotaan dengan karakteristik jalanan yang rata-rata datar dan jarang ada tanjakan. Kalaupun ada tanjakan, palingan cuman tanjakan biasa aja yang gak terlalu ekstrim. Namun kali ini, kamu kayaknya bakalan bepergian dengan rute pegunungan seperti halnya ke Wonosari, Kaliurang, Dieng, Puncak atau sebagainya yang kamu tidak begitu terbiasa dengan jalur tersebut. Kira-kira gimana nih ?

Tenang aja ! Tim Modiu Auto Detailing Jogja sudah siapkan segudang tips cerdas untuk mensiasati rencana bepergianmu ke daerah pegunungan yang dijamin aman dan lancar !

A. Bawa Mobil Ber-CC Tinggi

Kamu harus tahu perbedaan antara mobil dengan 900Cc dengan yang 2000Cc. Dimana keduanya ini beda dari sisi kekuatan dan juga keiritan bahan bakar. Kalau kamu bepergian dengan rute kota yang landai dan memprioritaskan masalah iritnya bahan bakar, jelas lah kita merekomendasikan yang 900cc, 1200cc atau yang maksimal 1500Cc. Tapi kalau udah bicara soal medan ke pegunungan, mana yang paling kuat nanjak dan gak bikin was-was ya jelaslah yang ber-cc tinggi yang kami rekomendasikan untuk kalian semuanya.

B. Pilih Mobil Penggerak Roda Belakang

Ya sebenarnya tak masalah sih mau bawa yang mobil berjenis penggerak roda depan sekalipun selagi skill drivernya sudah oke dan juga pernah menguasai medan tanjakan yang akan dilalui. Tapi kalau gak ahlinya, mendingan pake mobil jenis penggerak roda belakang aja deh buat cari amannya. Walaupun ada yang memberikan pendapat lain, namun sebagian besar berpendapat kalau tenaga penggerak belakang jelas lebih maksimal ketika di tanjakan dan minim resiko selip.

C. Pastikan Ban Berkondisi Bagus

Untuk membuat mobil kalian kuat saat nanjak, sebenarnya kondisi ban juga harus diperhatikan. Tekanan ban jangan sampai terlalu kecil sehingga tidak mampu lari dengan maksimal. Selain itu, jangan sampai membawa ban dengan kondisi sudah aus sehingga tidak mencengkram di aspal dengan maksimal. Saya sendiri membuktikan bahwa ban yang bertekanan keras dibandingkan yang agak empuk beda banget kok kekuatan nanjaknya.

D. Matikan AC bila perlu

Tips keempat ketika kalian mengkhawatirkan kekuatan kendaraan mobil di kala menemukan beberapa tanjakan ekstrem, maka sebaiknya matikan AC saja agar tenaga yang dihasilkan mobil maksimal dan tidak terbagi dengan AC. Trik ini sudah terbukti kebenarannya ya sob.

E. Pastikan sudah service rem

Untuk meningkatkan kenyamanan di bagian keamanan liburan di perjalanan dengan rute naik turun seperti ini, kondisi rem harus dipastikan dalam kondisi terbaik. Jangan sampai Anda mengalami kegagalan rem / trouble rem yang mengakibatkan resiko celaka. Jangan malas untuk membawa mobil ke tempat bengkel guna lakukan service sebelum bepergian. Di medan pegunungan seperti ini, kalian bakal sering-sering banget menggunakan rem ini.

F. Kampas Kopling Pastikan Good Condition

Yang keenam dan tidak luput dengan aspek kekuatan nanjak adalah kondisi kampas kopling yang dalam keadaan bagus dan tidak aus. Kampas kopling ini memiliki peranan utama dalam menyalurkan energi dari mesin ke transmisi. Kalau penyaluran tidak maksimal, mobil hanya meraung tanpa mau berlari dan menanjak dengan baik.

G. Skill Driver & Berpengalaman

Rute pegunungan terkadang membutuhkan pengalaman dan juga skill Driver yang mumpuni. Jika Anda ragu dengan skill sendiri terhadap rute tertentu, lebih baik mengajak partner supir yang mahir dan menguasai jalur saja ya kak. Ingat ! Keamanan dan keselamatan di perjalanan jauh lebih baik dibandingkan spekulasi di jalan raya.

H. Menghindari Rute-rute Terekstrim

Ketika kita mau bepergian ke pegunungan seperti ke Dieng misalnya, masih ada plan B kok untuk hindari rute-rute ekstrim yang membuat kamu was-was. Jika memungkinkan, carilah alternatif rute lain yang walaupun nanjak tapi tidak terlalu ekstrim.

Nah itua dia sob tips-tips penting yang bisa kami bagikan saat kamu ada planning bepergian dengan rute pegunungan.

Untuk tips tambahannya yang terpenting jangan lupa sering-sering di servis agar terhindar dari trouble.

Untuk kebutuhan perawatan mobil kamu agar tetap glowing dan kinclong, yuk gunakan jasa Modiu Auto Detailing yang berlokasi di Jalan Magelang No. 91 Yogyakarta.

 

Pahami Ciri Kampas Rem Telah Habis

Mengendarai mobil akan dipenuhi rasa was-was kalau ternyata mobil yang kita kemudikan memiliki banyak Pr. Namun ada satu jenis Pr mobil yang sebenarnya sangat krusial untuk diganti segera agar tidak berisiko di perjalanan, apalagi ketika melewati banyak turunan-turunan tajam sehabis dari pegunungan ataupun dataran tinggi.

Pada kesempatan kali ini, Tim Modiu akan mengupas pertanda ataupun ciri khas mengenali kampas rem yang sudah habis. Jika Anda menemukan beberapa ciri-cirinya, cobalah bawa ke bengke mobil terdekat dan mintalah untuk pasang kampas rem yang baru. Yuk kenali ciri-ciri dibawah ini ;

A. Suka Bunyi Berdecit

Apakah kamu menemukan suara berdecit seperti cit-cit-cit ketika mobil kalian injak pedal rem kaki dan dalam kondisi mobil berjalan. Jika Iya, maka ada kemungkinan pertama piringan yang kotor dan kemungkinan kedua adalah kampas rem yang habis. Ketiga hanya terjadi gesekan antara logam dan kampas rem, sebenarnya bunyi cit tidak akan pernah timbul. Namun ketika lapisan kampas rem ini suda habis, maka hanyalah tersisa logam. Jika antar logam besi ini bertemu dan bergesekan maka akan menimbulkan bunyi suara demikian. Bunyi seperti ini akan sering-sering kambuh terdengar baik hari ini ataupun besok sampai kampas rem mobil Anda ganti dengan yang baru.

B. Ada Getaran Pada Pedal Rem

Tidak hanya sebuah bunyi cit cit saja yang dihasilkan antara gesekan logam dengan logam piringan ini. selain itu, gesekan antar logam yang tidak rata ini juga akan menghasilkan sebuah getaran yang bisa merembet sampai terasa ke pedal rem. Jika muncul ciri kedua ini, maka dugaan terhadap kampas rem habis semakin kuat benar adanya. Apakah kamu mengalami hal demikian ? Mendingan jangan dipakai untuk rute-rute ke pegunungan dulu deh. Atau hindari berkendara dengan laju kenjang dan prioritaskan untuk ke bengkel dulu.

C. Menekan Pedal Rem Lebih Dalam

Ketika kampas rem masih baru, biasanya untuk menghasilkan tenaga rem Anda mungkin hanya butuh injakan tidak terlalu dalam untuk menghasilkan sebuah rem. Semakin dalam pedal rem yang harus Anda turunkan untuk meraba titik adanya rem, maka disitulah pertanda kampas kopling kayaknya sudah mau habis. Wah gimana nih ? Ya gak gimana-gimana sob. Tinggal cek aja ke bengkel beres kok.

D. Daya Rem Tidak Maksimal

Yang keempat dan bisa jadi analisa paling kuat lagi adalah data cengkeram rem yang kurang maksimal atau kalau dalam bahasa Jawa kurang pakem. Kondisi ini sebenarnya paling simple untuk mengajak apakah rem sudah tidak bekerja dengan maksimal lagi. Biasanya ketika Anda injak rem, mobil tak lekas berhenti namun ada jeda lebih panjang sedikit baru mulai melambat.

Nah itu dia informasi edukasi penting yang rutin kami share di pertemuan kali ini. Semoga bermanfaat ya kak.

Dan jangan lupa follow @modiu_autodetailing untuk dapatkan update terkait perawatan mobil biar tetap menawan nan estetik.

Nanjak Gak Kuat ? Jangan-Jangan Ini Biangnya

Kalau kamu cuman menggunakan kendaraan mobil kami untuk kebutuhan bolak-balik di dalam kota saja, kemungkinan besar kamu hanya akan berada dengan jalanan yang rata serta bebas dari tanjakan. Beda kalau kamu keseringan bepergian keluar kota, ke dataran tinggi ataupun ke daerah pegunungan. Kayak kalau misalnya kita ke Jogja ini seperti ke daerah Tumpeng Menoreh, ke Wonosari, ke Kaliurang dan sebagainya adalah beberapa contoh jalanan yang agak nanjak-nanjak. Atau kalau yang agak terkenal lumayan di Jawa Tengah seperti misalnya di Dieng. Ketika kalian membawa mobil sampai ke spot-spot tersebut, Anda akan menjadi paham apakah kendaraan bisa nanjak dengan baik atau tidak.

Berikut ini tim Modiu akan membahas beberapa penyebab mobil tidak kuat nanjak di tanjakan.

1. Kampas Kopling Aus

Kalau kita pelajari tentang fungsi kampas kopling adalah penghubung antara transmisi dengan mesin. Jadi misalkan kopling ini bekerja dengan maksimal maka energi yang tersalurkan dari mesin ke transmisi juga maksimal. Semakin tebal kampas kopling maka semakin bagus energi yang tersalurkan. Sebaliknya kalau kondisi kampas habis, maka energi yang tersalurkan menjadi tidak maksimal. Ibarat suara mesin mobil sudah meraung-raung tapi tetep saja larinya pelan atau gak mau nanjak dengan baik. Penyebab kampas kopling ini habis disebabkan oleh faktor usia dan juga faktor kebiasaan penggunanya. Kalau penggunanya boros dalam memakai kopling, maka kampas akan cepat habis / aus.

2. Busi Lemah

Faktor kedua adalah busi yang lemah. Semakin tua usia busi maka kelamaan busi akan melemah. Kemampuan memercikkan aliran listrik yang dibawakan menjadi kurang maksimal sehingga pembakaran yang terjadi tidak bagus. Alhasil tenaga yang dihasilkan terkadang ngempos ketika dipakai nanjak.  Pada kondisi tertentu, bisa menghasilkan bunyi mobil yang ngelitik. Kapan-kapan agendakan saja deh untuk gurah mesin, barangkali kondisi busi mobilmu udah gak sebagus dulu.

3. Mobil Jenis FWD 

Untuk faktor ketiga adalah karena tipe mobil adalah jenis FWd atau front wheel driver. Apa itu ? Yaitu mobil dengan penggerak utama roda depan. Biasanya roda penggerak depan gini lebih lemah dibandingkan roda penggerak belakang. Namun masalah ini terkadang teratasi jika skill drivernya bagus.

4. Ban Yang Halus

Faktor keempat yang terkadang juga memiliki kontribusi terhadap ketidakmampuan mobil menanjak adalah kondisi ban yang sangat halus. Hal ini mengakibatkan data cengkeram ban terhadap aspal / jalan kurang maksimal. Ketika nanjak dengan jalanan agak licin, ban hanya akan memutar namun tidak lekas naik ke atas karena saya cengkeram yang buruk. Kalau dalam bahasa Jawa, orang sering menyebut dengan istilah “ban cuman ngesot2 aja”. Atau selip deh kalau kita bahasakan.

5. CC Mobil terlalu kecil

Untuk faktor kalima dan bisa jadi penyebab kalau kendaraan tidak mampu menanjak dengan baik adalah terkait faktor CC kendaraan. Jangan bandingkan deh antara mobil 900Cc dengan yang 2000cc udah pasti beda banget kekuatannya di saat nanjak. Tenaga yang dihasilkan jelas lebih besar dan pastinya lebih boros bensin.

6. Muatan Terlalu Berat

Nah yang keenam nih gak kalah sering terjadi. Penyebab paling gampang Anda temui adalah adalah kelebihan muatan. Ketika Anda naik dengan mobil yang berisi 2 penumpang dengan full penumpang 7 orang udah pasti mobil jadi terasa keok banget. Apalagi kalau ternyata penumpang 7 orang tersebut gemuk-gemuk semua hehehe. Maka dari itu, kalian mending sering-sering menjauh dengan truk yang sering bawa muatan terlalu banyak.

Nah, kira-kira itu ya sob pembahasan teknis untuk Minggu ini.

Jangan lupa follow Instagram kami @modiu_autodetailing dan dapatkan kabar update terkait konten perawatan yang bermanfaat untuk kendaraan kesayangan Anda.

Beberapa Cairan Mobil Ini Perlu Sering Kalian Cek !

Salah satu kebiasaan buruk yang wajib dihindari oleh para pemilik kendaraan adalah kebiasaan yang penting asal jalan. Hal seperti ini terkadang justru malah bisa bikin Anda rugi sendiri. Ketika terjadi sesuatu pada kendaraan akibat malasnya mengecek beberapa hal penting, justru malah bisa bikin Anda keluar biaya banyak untuk perbaikan. Ya, semakin Anda cuek dengan beberapa hal menyangkut kondisi kendaraan justru disitulah resiko besar mengintai. Merawat itu lebih murah dibandingkan membiayai perbaikan. Pesan seperti ini sering kami sampaikan berulang-ulang di banyak konten, baik itu konten perawatan penampilan hingga perawatan kendaraan lain yang berhubungan dengan masalah teknis.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini tim penulis Modiu Auto Detailing Jogja akan membahas beberapa jenis cairan mobil yang wajib sering kalian cek secara sering. Minimal kalian intip, agar tidak terjadi masalah ya kak.

A. Cairan Oli Mesin

Untuk nomor pertama ini paling mutlak kami wajibkan bagi pemilik kendaraan apapun. Khususnya para pemilik mobil wajib sering-sering cek kondisi oli mobil. Biasanya terakhir kali kalian melakukan penggantian oli akan mendapatkan notifikasi terkait kapan pengisian yang keduanya. Notifikasi kilometer untuk pengisian kedua ini terkadang kita lupa. Untuk itu, alternatifnya kita tarik tuas cek indikator oli untuk melihat jumlah oli dalam mesin apakah penuh, sedang atau low. Jangan sampai oli mobil kehabisan. Resiko terburuknya kalau sampai kehabisan adalah turun mesin. Jangan tanya soal biaya deh, bisa 5 juta hingga 10 jutaan lah.

B. Cairan Radiator

Untuk nomor 2 dan tidak kalah penting buat di cek-cek sering. Tinggal buka aja kap mesin dan tengok bagian terdepan biasanya ada tempat tampungan cairan radiator dengan isinya. Cek, apakah air radiator ini masih penuh, sedikit atau malah mendekati habis. Mendingan sering-sering ditambah aja kalau misalnya sering bepergian atau ada acara trip jauh. Takutnya kenapa ? Kalau air radiator ini sampai kehabisan bikin mobilmu overhat lhoh. Bukan main kalau sampai overheat bisa bikin mobil mogok.

C. Cairan Aki 

Ini khusus pemilik mobil dengan pengguna aki basah saja. Kalau jenis aki kering sih kayaknya tidak perlu di cek-cek ya karena gak ada airnya. Untuk aki basah ini harus dipantau terus kondisi upper dan lowernya. Kalau sampai habis juga resikonya fatal. Kelistrikan bisa ngedrop dan besar kemungkinan mobil tidak bisa kalian starter.

Resiko seperti ini bisa ribet karena mobil udah pasti mogok dan kalau tidak tertolong, aki soak harus diganti dengan yang baru agar bisa nyala dengan normal. Namun ada juga situasi aki basah masih tergolong bisa di rekondisi lagi ya kak.

D. Cairan Wiper

Selain ketiga di atas, ada juga nih yang perlu kalian cek adalah cairan Wiper. Sebenarnya cairan Wiper ini hanyalah cukup air sabun aja kok. Dan bisa diisi dengan air sabun apa saja. Kalau sampai kehabisan sih ribet. Nanti misalkan kaca kena debu dan kalian nyalakan wiper yang ada hanya menyapu debu tanpa bantuan pelumas air sabun loh. Kinerja wiper jadi kurang maksimal dan bisa bikin kaca baret.

E. Cairan Minyak Rem

Kelima nih untuk kebutuhan keamanan kamu, wajib cek kondisi minyak remnya masih oke gak.. masih banyak kak. Ini sangat penting karena kalau minyak rem aman maka kalian bisa memakainya untuk jalanan naik turun dengan aman.

Nah itu dia beberapa cairan yang wajib kalian kontrol selalu. Selebihnya, nanti akan kami bahas di sesi lain ya sob.

Jangan lupa follow @modiu_autodetailing untuk dapatkan informasi update mengenai perawatan kendaraan. Khususnya di level perawan penampilan.

Tips Menghindari Ban Bocor

Salah satu hal yang paling tidak nyaman di saat sedang bepergian baik itu dalam keadaan liburan atau bekerja adalah masalah trouble mobil di jalan. Trouble pada kendaraan mungkin akan sangat merugikan Anda karena bisa buang-buang waktu. Bahkan jika Anda dalam kondisi perjalanan kerja maka bisa buat terlambat sampai kantor loh. Ada beberapa jenis trouble yang wajib kalian ketahui. Mulai dari trouble mesin, trouble sparepart hingga trouble karena bocor. Umumnya kalau mogok itu paling nyebelin di tempat yang sepi dan jauh dari bengkel. Siapa yang mau seperti ini ? Siapapun kalau ditawari tak ada yang bakalan mau. Bahkan doa kita semoga senantiasa terhindar dari masalah ini ketika perjalanan kemana saja. Namun trouble ini bisa kalian cegah jika rutin di service, rutin ganti oli dan juga rutin cek kaki-kaki juga ya sob.

Di kesempatan kali ini, Mimin bakal kasih tips tentang cara menghindari bocor ban. Dan semoga aja, apa yang kita share disini bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi Anda. Walaupun hanya sedikit, setidaknya bisa buat tambah-tambah informasi. Yuk mari simak sambil menyeruput kopi biar makin seger bacanya.

Ini dia 3 cara mencegah ban mobil kamu bocor.

1. Cek Apakah Ada Benda Tajam Menancap

Khusus kamu pengguna ban tubeless, cobalah untuk sering-sering cek bagian kamu saat bepergian. Apakah kamu menemukan ada ban yang mengalami penurunan tekanan angin. Selain itu, jangan lupa untuk cek sekeliling ban apakah ada benda tajam yang menancap di ban baik itu paku, baut atau bahkan potongan cutter. Jika ada benda tajam ini, maka biasanya akan menyebabkan kebocoran bertahap dan tanpa disadari di perjalanan bisa menggangu ya guys.

2. Hindari Jalanan Berumput / Pinggiran Jalanan

Tahu gak tempat dimana beberapa benda tajam seperti paku dan baut tadi berasal ? ternyata jarang di jalur jalan aspal, melainkan lebih sering di pinggiran jalan aspal seperti rerumputan. Kadang kamu akan menginjak jalur inin secara tidak sadar ketika mengendarai terlalu minggir atau ketika mendahului terlalu ke kiri. Begitu anda masuk di jalur tersebut, maka roda ban anda masuk ke daerah yang rawan benda tajam. Yuk hindari agar ban mobilmu terbebas dari kebocoran tanpa disadari.

3. Gunakan Ban Berkondisi Baik

Tips ketiga untuk hindari ban bocor adalah menggunakan ban dalam kondisi baik. Ban berkondisi baik seperti halnya ban yang masih tebal. Hindari yang terlalu tipis karena rentan kebocoran. Selalu pastikan kondisi dop ban apakah mengalami desis angin kecil dan lebih baik membeli ban baru dibandingkan ban bekas. Pakailah ban yang belum pernah terkena suntikan tambalan tubeless karena bekas tambalan berpotensi untuk mengalami kebocoran pada tempat penambalan.

Semoga tips ini bermanfaat untuk Anda.

Tanda Wiper Minta Ganti

Salah satu bagian mobil yang memiliki fungsi cukup penting di saat musim hujan tiba adalah alat wiper. Alat ini bisa kalian nyalakan saat kaca mobilmu basah ketika terkena cipratan air jalan raya atau bahkan ketika dijatuhi air hujan. Cara kerja wiper adalah dengan menyapu air ke atas dan kebawah membentuk setengah lingkaran sehingga air yang jatuh langsung tersingkir dari permukaan kaca. Ketika hujan turun, kamu bakal menyalakan mesin satu ini nonstop selama perjalanan hingga hujan reda. Tanpa alat ini, pandangan kedepan akan tertutup oleh banyaknya air hujan yang membuat pandanganmu terganggu.

Ngomongin soal wiper, rupanya ada satu pembahasan penting tentang tips mengenali Wiper yang sudah tidak lagi layak pakai. Dan waktunya untuk kamu ganti dengan yang baru. Kira-kira tanda-tandanya seperti apa nih kak ? Yuk kita simak dengan lebih lengkapnya.

1. Tidak Lagi Elastis

Material utama pada wiper yang penyapu air adalah karet. Dimana karet adalah suatu benda yang teksturnya kenyal, empuk dan juga lentur. Semakin tua usia karet wiper maka kelenturannya akan berubah menjadi sebuah benda yang keras. Bahkan ketika Anda pegang material ini jika sudah berubah menjadi keras seperti plastik maka tentu sudah gak layak pakai lagi dong. Karena seringnya terkena panas, karet juga bisa mengeras seperti layaknya plastik ya kak. Dan bahkan jika tetap dipakai maka akan membuat kaca Anda tergores karena kasarnya karet wiper tersebut.

2. Sapuan Airnya Tidak Maksimal

Ketika masih baru, memang boleh lah kita sama-sama mengakui bahwa wiper tersebut masih sangat bagus untuk menyapu air hujan sehingga lebih cepat tersingkir. Namun seiring berjalannya waktu, kualitas ataupun kinerja sapuan air dari wiper yang sudah makin usang ini bakalan makin berkurang. Apalagi jika Anda membeli wiper yang murahan, maka usia pakainya jauh lebih pendek lagi. Baiknya kenalin dong ciri-cirinya yang kami gambarkan ini. Jika Anda menemukan tanda-tanda ketidak maksimalan kinerja wiper, maka dia sudah minta diganti loh !

3. Ujungnya Tidak Rata & Robek2

Untuk tanda ketiga dalam mengenali Wiper yang sudah terlalu tua atau expired dalam masa pakainya adalah ketika Anda melihat bagian ujung karatnya sudah tidak rata atau semacam bergerigi kasar. Dan bahkan pada kondisi tertentu pula banyak ditemukan kasus wiper yang sampai robek karetnya. Itu menandakan jika keelastisannya sudah menghilang.

Dan masih ada lagi tanda-tanda lainnya seperti pergerakan yang menjadi melambat atau malah semakin cepat. Kemudian juga lebih mudah bikin kaca baret. Ada juga ciri2 lainnya dimana sapuannya menimbulkan cit-cit atau bunyi lainnya yang mengganggu pendengaran.

Umumnya wiper yang masih baru, minim mengeluarkan suara berisik ya kak.

Nah itu dia materi penting yang bisa kami tambahkan lagi di konten Modiu Auto Detailing Jogja web ini. Semoga bermanfaat ya kak.

Mantul ! Hot Steam Interior Bikin Mobilmu Bebas Bau Apek

Kamu pernah punya pengalaman gak ketika kamu merasakan aroma kabin mobil kamu berasa tak sedap dan kamu jadi gak betah lama-lama di dalam. Langkah umumnya yang bakal kamu ambil adalah mencoba mencari sisa-sisa makanan, bungkus plastik atau apa saja yang masih tertinggal di dalam mobil. Setelah kamu berhasil memungut semua sampah yang kamu buang, ternyata bau tersebut tak kunjung hilang juga. Wah, kamu gak kehabisan cara untuk mengatasi permasalahan ini. Kamu bakal segera buru-buru pergi ke minimarket untuk membeli parfum mobil baik yang dalam bentuk semprot atau yang dalam bentuk digantungkan. Iya betul sih, aroma wanginya menyebar. Tapi yang bikin kamu jengkel adalah aroma wanginya belum bisa menyamarkan aroma sedap sisa bau apek tersebut. Dan bahkan pewangi mobil belum bisa menjadi obat ampuh untuk atasi masalah ini.

Apa iya sih kamu harus mencuci jok mobil kamu dengan air ? Apa nanti malah susah keringnya bukan ? Dan ini bukanlah sebuah solusi smart. Jok yang basah akibat dicuci dan tidak kering juga malah bisa memunculkan aroma apek baru yang sama saja menukar masalah lama ke masalah baru. Betul atau betul ? Dan Mimin sama sekali gak merekomendasikan mencuci kabin mobil dengan air, apalagi sampai banjir atau becek.

Rupa-rupanya aroma tak sedap itu berasal dari bakteri-bakteri dan juga virus yang berkembang di dalam ruangan kabin mobil kamu. Dan tahu gak sih, memang para bakteri itulah salah satu biang penghasil aroma tak sedap. Untuk itu, kamu harus siapkan jurus untuk membasmi para bakteri dan virus yang mengganggu ini.

Mimin menyarankan kamu untuk menggunakan layanan hot steam interior. Apa sih itu hot steam interior ? Yaitu sebuah alat yang menyemburkan uap panas dimana difungsikan untuk kegiatan pembersihan. Beberapa hal yang didasar adalah pembersihan pada seluruh bagian di interior. Keampuhan hot steam untuk menghilangkan aroma tak sedap ini rupanya sangat ampuh dan teruji ya kak. Dan bahkan untuk durasi penyemprotan uap panas dengan alat ini hanya berjalan selama 2 jam atau maksimal 3 jam saja. Bisa kalian tunggu sembari ngopi-ngopi loh.

Pengalaman klien kami juga ada loh yang sampai mobilnya bagian interior seperti bau bensin. Setelah dicoba dengan banyak cara tidak berhasil hilangkan bau, ternyata hanya dengan cara sepele dilakukan hot steam bisa bikin aroma bau tersebut hilang ya sob. Aneh bin ajaib tapi pengalaman ini real terjadi di tempat kami.

Sebenarnya fungsi hot steam interior ini bukan utamanya untuk penghilang bau ya sob. Justru ini manfaat tambahannya. Untuk fungsi utamanya adalah alat pembersih interior yang mampu mengangkat seluruh kotoran dan noda yang ada di dalam kabin mobil.

Uap panas yang dikeluarkan sama sekali tidak berbahaya dan juga tidak merusak komponen listrik. Selain itu tidak lembab sehingga tidak membuat kabin Anda basah hingga becek ya sob.

Untuk biaya hot steam cukup murah, udah banyak sekali pelanggan Modiu Auto Detailing yang berlangganan loh !

Sebelum Bepergian 4 Item Ini Wajib Kamu Cek

Halo sobat Modiu, kayaknya tahun barunan sudah berakhir deh. Apalagi kita bentar lagi sudah mau masuk aja di bulan Februari nih. Namun hawa-hawa untuk liburan masih aja membekas di benakmu. Gimana nih ? Yuk traveling lagi ke pantai atau ke luar kota ! Heheheh. Lagian kan liburan gak harus di high season kan. Boleh juga sih di bulan-bulan senggang biar jalanan gak kerasa macetnya.

Namun sebelum kamu liburan, baiknya jangan asal pake mobil atau asal gas aja yak. Pastikan mobilmu sudah dalam kondisi oke. Biar nanti kalau di perjalanan gak mengalami trouble yang malah bikin kamu repot sendiri. Pada kesempatan ini, Mimin bakalan merangkum 4 hal yang wajib kamu cek sebelum kamu bepergian menggunakan mobil. Monggo disimak dengan baik-baik !

A. Ban Mobil

Bagian pertama yang wajib kalian cek adalah ban mobil. Bisa saja kamu berkendara tanpa menyadari kalau ban mobil kamu ada yang kempes atau ada yang bocor. Jika ada yang kurang angin, setidaknya kamu bisa segera mengisi angin agar tekanan ban antara kanan dan kiri bisa seimbang. Kemudian, jika kamu menyadari adanya bocor halus maka kamu bisa mampir dulu ke tempat tambal ban. Jangan sampai kamu mengalami trouble bam bocor di tempat seperti hutan yang memungkinkan kamu kerepotan. Macet di tengah hutan karena ban bocor bisa saja kamu hindari jika kamu cek sebelum bepergian. Ya, seburuk-buruk opsi adalah menyiapkan ban serep dan membawa dongkrak ya sob. Setidaknya bisa kamu ganti untuk alternatif solusi.

B. Oli Mobil

Untuk bagian kedua yang bisa kamu cek ketika bepergian adalah oli mobil. Kamu yang sudah lupa kapan terakhir ganti oli bisa saja menjadi indikasi bahwa kamu gak tahu kondisi oli mobilmu sudah waktunya ganti atau malahan sudah habis. Coba buka kap mesin, dan tariklah tongkat kecil yang biasanya kalian gunakan untuk pengukur volume banyak dikitnya sisa oli di mesin. Jika masih banyak, maka kamu aman untuk melakukan perjalanan dengan lebih santuy.

C. Air Radiator

Selain oli, kadang juga orang bisa kelupaan dengan cairan pendingin mesin satu ini. Cairan ini sangatlah penting untuk kalian cek. Cobalah buka kap mesin, dan cek pada kantong air radiator apakah masih tersisa banyak atau sudah habis. Kalau kalian sampai lupa dan kehabisan, maka mobil bisa mengalami overheat di perjalanan. Dan bahkan tidak disarankan menggunakan air mineral sebagai pengganti air radiator loh. Karena air mineral juga bisa mengikuti suhu panas dan bisa mendidih pula.

D. Kampas Rem Mobil

Dan yang keempat adalah mengecek kampas rem mobil. Kira-kira masih tebal atau udah tipis nih sob. Jangan lupa untuk mengingat kapan terakhir kali memasang kampas rem dan oli remnya. Apalagi jika nanti perjalanan kamu naik turun gunung bakalan rawan banget kalau kondisi rem nya kurang oke. Pengecekan bagian item keempat ini menyangkut keamanan di perjalanan loh sob.

Selain itu juga disarankan mengecek lampu mobil dan sein apakah nyala semuanya. Dan mungkin masih ada item lainnya yang bisa kalian tambahkan jika ada.

Terima kasih